Siapa yang mengenal diri, maka ia akan mengenal Tuhannya.
Berapakah umur kita sekarang? dan Sudahkah kita mengenal diri kita sendiri?
Jangan bilang kalau “Saya sudah mengenal Allah tetapi tidak mengelan diri sendiri”
Mengenal diri dalam kaitannya dengan pengenalan diri terhadap Tuhan, karena untuk tahu Allah harus tahu Hambanya dulu, Rahasia Tuhan ada pada Hambanya.. , mengenal diri sama dengan mengenal jati diri… siapa dirinya yang sejati?
Dari apa manusia itu di ciptakan?..
“Hendaklah kamu perhatikan darimana kamu di ciptakan”, manusia diciptakan dari setetes air mani, melalui sulbi tulang belakang? sebagai wasilahnya adalah kedua orang tua kita. kemudian melalui beberapa proses dan beberapa bulan, terciptalah yang namanya manusia..
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)” (Al A’raaf 172),
Ingatkah kita bagaimana Tuhan itu? seperti yang di jelaskan ayat diatas… bukankah kita pernah bersaksi!!!,, ataukah benar juga apa yang di katakan ayat diatas,,, “kami adalah orang-orang yang lengah terhadap ini”,
Maha benar Allah dengan segala Firmannya bahwasannya kami lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)
Terus apa yang bikin kita lengah terhadap keesaan Tuhan?
Kita perhatikan mulai kita di lahirkan di muka bumi ini ,, , orang tua kita dengan pelan-pelan mengajarkan atau membimbing tentang lingkungan sekeliling kita, daya pandang kita keluar dari diri, kemudian daya dengar kita,,, bahkan daya raba kita, semua di bimbing keluar dari dalam diri. Tidak pernah dibimbing untuk melihat apa yang ada dalam diri kita, mendengar suara yang keluar dari dalam diri kita, bahkan meraba apa yang ada dalam diri kita. Tentunya tidak menyalahkan kedua orang tua kita, itu memang sudah seharusnya dilakukan, bahkan itu wajib di berikan oleh setiap orang tua dalam rangka kiprahnya nanti dalam kehidupan bermasyarakat.
Pernahkah memperhatikan diri sendiri,, mendengar diri sendiri, meraba diri sendiri.
SUSAH? pasti.. karena kebiasaan kita melihat, mendengar, meraba apa-apa yang di luar dari diri kita.
Kita coba mengenal keesaan Allah melalui mengenal diri sendiri.. meneliti diri… tidak usah meneliti orang lain, karena orang lain jg sama manusiannya..
Manusai terdiri dari 3 bagian yaitu Jasmani, Jiwa dan Rohani.
Jasmani adalah wujud yang bisa dilihat oleh mata dan bisa di raba.. wujud dzahir dari ujung rambut sampai ujung kaki dalam bentuk dan rupa yang berbeda-beda, yang terbentuk dari sari pati makanan dan tumbuhan serta air melalui makanan yang kita makan, sehingga terbentuklah tubuh manusia.
Jiwa terbagi menjadi 3 bagian yaitu : Ghodob, Sahwat, dan Natiqah
bersambung
kita hanya mendapat belas kasihan tuhan, hanya mendapat permakluman saja tidak lebih dari itu.
Situ sudah tahu belum tentang jati diri sendiri
Hadist :
“Awaluddin Ma’rifatullah” (awal agama mengenal Allah)
” Kenalilah diri baru kau kenal Aku”..
apapun alasannya berarti kita harus penuhi hal di atas terlebih dahulu.
…..
ana wa ana